Tanggal, 22 Desember 2025
MediaKada | Kegiatan sosialisasi metode pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui penerapan teknologi nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia digelar di Sekretariat RW 08 Kelapa Dua. Acara ini diikuti oleh ibu-ibu kader jumantik serta jajaran pengurus wilayah, pada Senin (22/12) Siang.
Dalam pemaparannya, Wina dari Dinas Kesehatan Jakarta Barat menjelaskan bahwa “Wolbachia merupakan teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.” Metode yang digunakan adalah penggantian populasi, yaitu dengan melepaskan nyamuk jantan dan betina ber-Wolbachia ke alam sehingga keturunannya juga membawa bakteri tersebut. Dengan cara ini, virus dengue yang masuk ke tubuh nyamuk akan lumpuh, sehingga penularan DBD dapat ditekan.
Program akan dimulai April 2026, Ember berisi air dan kapsul jentik nyamuk ber-Wolbachia akan ditempatkan di rumah warga dengan radius 50 meter, Setiap 14 hari, kader jumantik mengganti air dan kapsul selama ±6 bulan, Sampel nyamuk akan diteliti di laboratorium, Jika hasil kurang memuaskan, kegiatan diperpanjang 3 bulan.
Hadir dalam kegiatan antara lain: Kepala Puskesmas Pembantu Kelapa Dua, Drg. Cindy Setyaningsih beserta staf, Tim Penyuluh dari Dinas Kesehatan Jakarta Barat, LMK-08, Ketua RW 08 Bisri Ali, Ketua RT 004 Abdullah Ali, Kader Jumantik, Posyandu, dan Dasawisma
Dengan penerapan teknologi Wolbachia, RW 08 Kelapa Dua diharapkan dapat menekan kasus DBD secara signifikan. Meski demikian, warga tetap diminta melaksanakan gerakan #M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
(LMK-08 Kelapa Dua)
Penanaman Pohon di Bantaran Kali Pesanggarahan